Entri Populer

Sabtu, 04 Juni 2011

Cara Buat Bom Al Qaeda Diganti Resep Kue

Sudah jadi rahasia umum, para teroris belajar cara membuat bom dari internet. Bahkan, jaringan Al Qaeda "Inspire" menerbitkan majalah versi online yang mengajarkan cara membuat bom di dalam rumah.

Namun, laman tersebut sudah berubah drastis. Seperti dikabarkan Daily Mail, 3 Juni 2011, para intel Inggris, MI6 dan staf GCHQ (Government Communications Headquarters) di Cheltenham telah meretas situs majalah Al Qaeda itu. Halaman-halaman yang sebelumnya berisi petunjuk membuat bom kini diganti lusinan resep membuat cupcake alias kue mangkuk.

Untuk diketahui, 67 halaman majalah "Inspire" adalah versi Inggris pertama yang diluncurkan kelompok yang berafiliasi dengan jaringan Al Qaeda Juni tahun lalu. Salah satu artikel utamanya adalah, "Make a Bomb in the Kitchen of Your Mom" alias cara-cara membuat bom dari bahan-bahan yang bisa ditemukan di dapur.

Setelah diretas intel Inggris, para pengunjung tak bisa mengakses artikel tersebut. Mereka justru dihadapkan dengan daftar kode komputer.

Ketika diterjemahkan, kode ini akan menampakkan halaman demi halaman buku resep cup cake 'The Best Cupcakes in America' yang dipublikasikan Ellen DeGeneres.

Informasi bagaimana membuat Mojito Cupcake dan Rocky Road Cupcake menggantikan petunjuk bagi para teroris muda bagaimana membuat bom pipa mematikan menggunakan gula, kepala korek api, dan bola lampu mini.

Tak hanya itu, artikel Osama bin Laden dan wakilnya berjudul 'What to expect in Jihad' atau 'Apa yang Diharapkan dari Jihad' juga diganti.

Majalah online "Inspire" diyakini dibuat oleh tokoh radikal, Anwar al Awlaki. Diduga kuat ini adalah cara untuk menarik para simpatisan muda Al Qaeda, atau sebagai media perekrutan.

Surat kabar Daily Telegraph mengabarkan, penggunaan serangan cyber sebelumnya sempat jadi perdebatan antara intel Inggris dan Amerika. Namun, pada akhirnya, Inggris lah yang menggunakan cara itu.

Dikabarkan, ada ketakutan dari CIA, perang dunia maya akan menguak sumber dan taktik mereka. Sebelumnya, saat "Inspire" diluncurkan, salah satu pejabat AS berkomentar, "sampul majalah ini mungkin licin, tapi isinya busuk, seperti penulisnya."

Untuk diketahui, majalah "Inspire" berisi petunjuk membuat bom dengan daya ledak beragam --mulai skala kecil menggunakan bubuk peledak di dalam selongsong pipa seperti yang ditemukan di bandara East Midland, Inggris, November lalu, atau yang skala besar seperti yang diledakkan di stasiun bawah tanah London, 7 Juli 2005, yang menewaskan 52 orang.

Seperti dilansir dari laman The Telegraph, 31 Desember 2010, buku elektronik yang dapat diunduh di beberapa situs atau blog ekstrimis ini diterbitkan oleh Front Media Islam Al Qaeda yang disusun oleh para murid Profesor Abu Khabbab al-Masri.

Al-Masri sendiri tewas pada Juli 2008 setelah dihujani peluru oleh pesawat nirawak AS. Namun, Al-Masri meninggalkan sebuah buku manual pembuatan bom berbahasa Arab yang digunakan secara luas oleh para murid Al Qaeda.
Buku berjudul “Kursus Membuat Bom” ini menjelaskan bahan-bahan kimia pembuatan bom yang dapat ditemukan dengan mudah di supermarket, kebun dan toko obat umum. Dijelaskan pula bagaimana membuat detonator dan baterai primer dan sekunder.

Pada buku itu juga dijelaskan peralatan dan perangkat yang dibutuhkan, penjelasan juga menyertakan gambar untuk mempermudah pembaca.

Cara membuat peledak yang paling sederhana dalam buku panduan tersebut adalah dengan bensin, oli, dan sumbu, atau yang lebih dikenal dengan bom molotov.

Nekad Jual Ginjal Demi iPad 2

Seorang remaja 17 tahun asal China rela berbuat apapun demi memiliki perangkat elektronik canggih, yaitu komputer tablet iPad 2. Maka, remaja bernama Xiao Zheng itu merasa memiliki peluang saat melihat iklan online yang menawarkan £2.000 atau sekitar Rp27,8 juta kepada seseorang yang bersedia mendonorkan ginjalnya.

"Saya ingin membeli iPad 2, tapi saya tidak punya uang," kata Zheng kepada Shenzhen TV, seperti dikutip harian Telegraph.

Tanpa pikir panjang, Zheng segera menghubungi nomor telepon yang tertera di iklan itu. Ia melakukan operasi pengangkatan ginjal di sebuah rumah sakit di kawasan utara kota Chenzhou, Provinsi Hunan.

Zheng melakukan itu tanpa memberi tahu siapapun. Setelah tiga hari menjalani perawatan pascaroperasi di rumah sakit itu, ia langsung membelanjakan uang bayarannya. Ia kembali ke rumah membawa iPad dan sejumlah perangkat canggih lainnya.

Yang ada di kepala Zheng mungkin hanya uang melimpah untuk membeli iPad 2. Ia tak berpikir bahwa keputusan itu bisa mengancam jiwanya. Ia tak menyangka bekas luka operasi pengangkatan ginjal itu memicu komplikasi di tubuhnya.

"Sesampainya di rumah ia sudah memiliki laptop, dan ponsel Apple baru," kata Miss Liu, sang ibu. "Saya jadi ingin tahu darimana dia bisa mendapatkan uang sebanyak itu, dan akhirnya dia mengaku telah menjual salah satu ginjalnya."

Sang ibu segera menghubungi agen yang membuat iklan pembelian ginjal itu. Namun, tiga telepon yang tertera sudah tidak aktif. Sembari melapor ke polisi, sang ibu segera mendatangi rumah sakit tempat operasi berlangsung. "Rumah sakit yang menyewakan departemen urologi untuk kegiatan bisnis itu menyatakan tak tahu aktivitas ilegal itu."

Perdagangan organ masih jamak di China, meskipun pemerintah setempat berulang kali mencoba membasmi praktik tersebut. Tahun lalu, sebuah stasiun televisi di Jepang mengungkap bahwa sekelompok 'turis transplantasi' berhasil mendapatkan ginjal baru di China seharga £5.000 atau sekitar Rp69,5 juta.